Sekali kudekap rasa dan melingkar indah.
Cahaya matamu berputar
menembus hingga terkoyak sumsum ragaku.
Jemari melintas jauh setiap detak atmaku.
Kecupan silang berganti mengisi belahan waktu.
Rengkuh asmara dalam damai di jiwa.
Walau kadang terenggut asa kian menepis.
Haruskah kuberkaca pada sepi di diri.
Bila mahligai melayang enggan tergapai.
Adilkah rasa berlanjut tak henti.
Menikam sudut jalan tak bertepi
Merekam senandung asa pada laut biru
Merenda untaian hati kian menanti
Menjumput sekeping waktu dibuai hari
Mata sayu mencairkan beku
Mereda kehampaan terbelenggu
Dalam selimutnya malam mencekam.
Sembilu mengiris nadi dan jantung tersayat.
Sepercik asa melintas membayangi kemelut ranjang.
Sosok tersamar berlari menghampiri pelupuk mata.
Tertegun tergagap kusapa.
Tak sempat bercanda lalu sirna tiada.
Basah wajah dalam lingkaran kelam.
Namun ikhlas kusimpan di dada….
By : Die
Cahaya matamu berputar
menembus hingga terkoyak sumsum ragaku.
Jemari melintas jauh setiap detak atmaku.
Kecupan silang berganti mengisi belahan waktu.
Rengkuh asmara dalam damai di jiwa.
Walau kadang terenggut asa kian menepis.
Haruskah kuberkaca pada sepi di diri.
Bila mahligai melayang enggan tergapai.
Adilkah rasa berlanjut tak henti.
Menikam sudut jalan tak bertepi
Merekam senandung asa pada laut biru
Merenda untaian hati kian menanti
Menjumput sekeping waktu dibuai hari
Mata sayu mencairkan beku
Mereda kehampaan terbelenggu
Dalam selimutnya malam mencekam.
Sembilu mengiris nadi dan jantung tersayat.
Sepercik asa melintas membayangi kemelut ranjang.
Sosok tersamar berlari menghampiri pelupuk mata.
Tertegun tergagap kusapa.
Tak sempat bercanda lalu sirna tiada.
Basah wajah dalam lingkaran kelam.
Namun ikhlas kusimpan di dada….
By : Die
berkunnjung , kunjungi lagi yeah
ReplyDelete